kawasan jetayu pekalongan
Daily life, Food, Heritage, Pekalongan, Traveling, wisata Pekalongan

Ceritaku Demi Arak-Arakan Pekan Batik Nusantara 2016 di Pekalongan

Pekan batik nusantara, batik pekalongan, batik, pekalongan

Sabtu pagi yang sangat mendung bahkan sesekali diselingi petir menggelegar tak menyurutkan langkah kakiku ke kawasan Jetayu Kota Pekalongan. Siang harinya memang sudah terencana menyaksikan arak-arakan batik. Di kawasan heritagenya Pekalongan itu, dilangsungkan Pekan Batik Nusantara 2016. Ini merupakan event 2 tahunan yang selalu menyedot perhatian masyarakat. Karnaval adalah rangkaian yang paling ditunggu diantara rangkaian acara lainnya. Berdesakan, kamera masuk kantong kresek, basah kuyup, semoga acara ini bukan seremonial belaka. Tentu semua warga Pekalongan berharap seperti itu.

Walau badai menghadang

“halah..paling kota pekalongan hujan gede ini” celetuk simbahku

“yo..ndak apa-apa..aku bawa jas hujan kok”

Rumahku sekitar 40 km di selatan kota Pekalongan, sebut saja itu sebagai Pekalongan lantai 2. Awan hitam menggelayut di bagian utara. Benar saja, setelah setengah jam berkendara ternyata wilayah pantura Pekalongan hujan deras.

“nanti..habis dzuhur pasti cerah” kataku dalam hati.

Belanja Batik dan Dolanan

Benar saja, tengah hari hujan mereda. Jas hujan dan tas kamera aku tinggal di motor yang terparkir di samping kali loji kawasan Jetayu. Rencananya, aku dan teman-teman lain akan menunggu karnaval arak-arakan batik di sekitaran cafe Beyond.

Sebelum mengarah kesana, kami berkeliling stand yang ada di sepanjang jalan Jetayu. Aku tertarik membeli dua lembar kain batik ukuran 2 meter. Gor Jetayu penuh oleh pedagang aneka macam batik, hehhe jadi berasa lagi jalan di dalam pasar grosir Setono deh.

Dasar wanita, melihat tulisan ’10.000 dapat 3’ langsung deh kalap. Bukan kain batik lho ya yang ceban dapat 3 itu, tapi bangsanya alat dapur. Centong kayu, suthil, sesosodok, sendok sayur kayu, talenan…ah..aku tergoda. Beres dengan peralatan dapur, mata tertuju pada aneka dolanan tradisional. Yey..10.000 dapat 1 sih, tapi lumayan lah.

Pekan batik nusantara, batik pekalongan, batik, pekalongan
Belanja di pekan batik nusantara

Tentengan belanjaan 2 kresek besar menemani penjelajahan selanjutnya ke stand lukisan yang ada di gedung eks rumah dinas karesidenan Pekalongan.

Melihat Lukisan, sketsa, dan Aneka Kerajinan Tangan

Jika Gor Jetayu yang merupakan bekas gedung pertemuan jaman Belanda itu disulap jadi pasar, lain cerita dengan gedung eks rumah dinas residen Pekalongan. Masuk kesana, jadi berasa masuk galery. Meski sangat sederhana, tapi ya lumayan lah..bisa melihat karya-karya orang Pekalongan. Aku berharap ada lukisan 3D atau seni rupa instalasi yang sedang hits, tapi ternyata tidak ada yang begitu-gitu disana hehehe.

Hujan-hujanan demi karnaval

Saat ashar tiba, rombongan karnaval mulai memasuki jalanan tempat aku menunggu yaitu di depan kafe Beyond. Masyarakat membludak dan turun ke jalan. Karnaval yang aku kira akan tertib, ternyata macet sebab masyarakat tumpah dan dengan bebasnya menghentikan peserta untuk foto bersama.

Pekan batik nusantara, batik pekalongan, batik, pekalongan
Antusias

Hujan makin deras, tanpa payung maupun pelindung lain…the show must go on. Kresek belanjaan kugunakan  untuk melindungi kamera dari hujan. Hah? Plastik? Iya…plastik kresek. Sesekali aku menepi dan berlindung di bawah pohon depan RS Budi Rahayu. Bagaimana dengan peserta? Masih semangat banget. Bahkan ada serombongan penari yang melepas sepatu demi bisa leluasa menari di depan penonton. Hujan-hujanan mereka lho, jempol deh totalitasnya.

pekan batik nasional, pbn, pekan batik nusantara, pekalongan
peserta karnaval

Ketika Masjid Al-Ikhlas Kehabisan Air

Jelang adzan maghrib, acara selesai. Macet tak terhindarkan di sekitaran Jetayu. Karena badan sudah sangat lelah, aku memutuskan untuk sekalian sholat maghrib saja. Untung sudah wudhu duluan, sebab yang datang mepet adzan…kehabisan air. Jamaah membludak di masjid, bahkan sampai berdesakan.

Malam Minggu Di Kedai Tauto

Lapar membahana, kaki lemas, dan hujan kembali turun. Aku dan Irkham melipir sedikit ke kedai soto Tauto yang merupakan bagian dari stand pesta kuliner nusantara. Alhamdulillah, malam minggu bersama tauto dan garangasem. Kalau diingat lagi kok romantis juga ya, gerimis-gerimis gitu hahhaa.

Pekan batik nusantara, batik pekalongan, batik, pekalongan, tauto, kuliner
Tauto Pekalongan

Aku pikir, harganya akan dimahalain karena lokasinya di acara pameran. Eh ternyata normal saja kok. Semangkok tauto, semangkok garangasem, nasi, lontong, tempe mendoan, kerupuk, dan 2 gelas teh manis kutebus 51ribu rupiah.

Tentang Pekan Batik Nusantara

Pekan batik nusantara 2016 ini adalah event 2 tahunan yang diadakan pemkot Pekalongan. Di tahun 2016 sendiri, dimulai sejak tanggal 4 hingga 9 oktober. Rangkaian acaranya nggak cuma karnaval kok, ada workshop dan seminar serta lomba-lomba juga.

Sumbang Saran Untuk Pekan Batik Nusantara Selanjutnya

Aku melihat dari sudut pandang warga Pekalongan, acara ini masih kurang gregetnya. Mengingat embel-embel ‘nusantara’ di dalamnya, serta tagline branding kota pekalongan yang ‘the world city of batik’ itu sih. Tapi, mengkritik saja ya kurang bijak. Untuk pemkot, berikut ini sedikit sumbang saran dariku:

1| publikasi

Terkait publikasi, seharusnya bukan lagi jadi masalah. Zaman sudah canggih, cerita humor ‘mbuh’ ala Mukidi saja bisa menyebar dengan cepat kok. Social media, komunitas, dan media lain…sepertinya masih kurang dimanfaatkan oleh penyelenggara. Aku sendiri tahu akan ada acara ini, sebulan sebelumnya. Itupun bukan official dari pemkot, hanya dari cuitan teman saja.

2| Info lomba dan Workshop

Ngapain buat lomba jika tidak ada antusiasme peserta, pun dengan workshop. Minim sekali info yang aku dapat soal ini, padahal sehari-hari ya mantengin socmed. Bagaimana dengan masyarakat Pekalongan yang lain? Kembali ke point 1 ya.

3| soal lomba foto

Aku sebenarnya tertarik ikut lomba foto, tapi membaca persyaratannya langsung tertawa ngekek. Hari gini, lomba foto masih harus burning ke CD dan mengirimkan versi cetak 12 R. Sudah ada email juga instagram, kenapa harus repot? Lomba foto yang diadakan di instagram malah efeknya berantai lho. Selain peserta jadi lebih mudah bereksplorasi, dia juga menjadi agen yang mempublikasikan acara itu sendiri. Suruh saja follow sekalian akun acara dan pemkot, biar lebih interaktif nantinya.

4| Karnaval tanpa tema

Sebenarnya, acara ini ada temanya kan? Kenapa kok terkesan tanpa konsep begitu ya? karena ini event 2 tahunan, mbok yao dipersiapkan lebih baik lagi. Lebih lama lagi, dan dievaluasi penyelenggaraan sebelumnya.

5| Ketertiban

Aku bakal mikir, kalau penonton karnaval akan dibatasi aksesnya. Tak boleh sembarangan selfie dengan peserta karnaval. Eh, ini bebas sebebas-bebasnya. Jika personel pengamanan kurang, nanti di event pekan batik nusantara 2018 bisa ditambahin lagi. Ruang gerak peserta arak-arakan jadi terbatas dan tentunya perjalanan mereka terhambat.

Semoga acara pekan batik nusantara bisa memberikan dampak positif, bukan hanya seremonial dan ajang unjuk gigi semata.

20 Comments

  1. Siip, Nay.. Masukannya keren2..insya Allah jd input berharga utk PBN / keg2 lain di Kota Pekalongan..

    1. Amin…demi Pekalongan yg lebih baik

  2. 02 april Acara HUT PKL, 4 Bulan kemudian Harteknas, 1 bulan kemudian Pekan Batik. Eo nya pusing suruh persiapan mepet begitu.
    Mending HUT PKL,HARTEKNAS,PEKAN BATIK dijadikan satu biar matang dan ramai acara 7 hari 7 malam. Para personil panitia di tambah biar bener2 Warbiyazah.

    Salam Cinta Pekalongan

    1. Whaini EO nya yak hahahah

  3. Karnavalnya kereeen.. Dan hujan tidak menghalangi yaa :). Love all the photos..

  4. Nggak kebagian karnavalnya, malah kebagian macetnya 😥
    Niatnya sih malam minggu ke Jetayu, tapi gak tau kalo jadwalnya karnaval 🙂

    1. hhaha iya parah macetnya itu

  5. Sayangnya aku nggak liat karnavalnya karena sudah pulang.

    1. Wah kirain nonton….sayang banget mba

  6. Yey…dasternesia 🙂 salam kenal

  7. Semoga 2 tahun lagi lebih baik lagi pekan batik di pekalongan, biar jadi penguat slogan pekalongan kota batiknya.. ^^

    1. betul mba…amiin. nanti mba Riski dateng yaa

  8. saya juga seringkali dapat info event dari cuitan socmed. Malah kadang penyelenggaranya kayak kurang aktif

    1. Nha gitu mba…duuhh piye ya

  9. Hastira

    duh itua syik banget dan diakhiri dengan makan tauto , aku belum pernah makan tauto itu

    1. Nanti kalau ke Pekalongan dicoba yaa

  10. Rumahmu jauh juga ya? Kyk Jogja-Magelang. Poin-poinmu bener banget loh. Akupun kaget waktu lagi asik2nya ngeblast lomba blog utk batik Jogja, tiba2 ditowel teman Pekalongan. Rasanya kok mereka jadi kayak gimana gitu sama aku, padahal bagaimana aku tahu? Kalau tau ya pasti dibantuin, ikhlas kok. Untuk event Jogja aku memang diundang secara resmi sbg media partner bareng wartawan. Sebenarnya aku lihat ada beberapa teman blogger yg diundang pas hari-H acara di tsb, tp waktu launching agendanya enggak (atau akunya saja yang nggak tau). Jadi ya nggak ada yg ngeblast di media sosial jauh2 hari. Karena dipundak Pekalongan itu tersemat world batik city, semoga kedepannya event tsb bisa naik level & layak dilihat dunia. Amin.

    1. Moga ada perbaikan di pelaksanaan mendatang. Dan moga batik dimanapun makin moncer. Amiin

  11. pekalongan makin maju pokoknya selain batiknya..btw ini kayak di agenda kota saya di solo..
    apalagi solo batik karnival itu tiap taun lho 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked*