Masjid Aulia dan makam sapuro pekalongan
Heritage, Pekalongan, Traveling, wisata Pekalongan

Destinasi Ramadan: Masjid Aulia dan Makam Sapuro Magnet Kota Pekalongan Yang Tak Pernah Sepi

Kamu sering bergidik nggak sih kalau lewat tengah makam? Kesan angker yang bikin bulu kuduk merinding itu nggak akan kamu temui kalau lewat kawasan Makam Sapuro Pekalongan. Ini area yang wajib kunjung bagi kamu yang traveling ke kota batik khususnya wisata sejarah dan religi. Di area makam terdapat masjid aulia, cocok banget dijadikan destinasi Ramadan sambil merenungi kehidupan yang hanya sementara.

Masjid Aulia Titik Awal Perkembangan Islam

Bagi yang tidak mengetahui, kesan pertama terhadap masjid ini pasti biasa saja. Untungnya cerita sejarah tentang masjid aulia telah aku baca di buku Pekalongan yang (tak) Terlupakan. Jadi, saat suatu hari lewat sana karena menghindari kemacetan di Pantura…masjid itu benar-benar aku perhatikan. Inilah beberapa fakta mengenai masjid Aulia.
Masjid aulia sapuro pekalongan

Makam Ulama dan Tokoh Penting

Aku pernah cerita soal masjid wakaf yang berada di kampung arab kota Pekalongan sebagai masjid bersejarah. Nah, kalau masjid aulia ini tidak hanya bersejarah tapi juga selalu ramai sepanjang tahun. Bangunannya tidak semegah masjid jami Kauman atau masjid wakaf, tapi kenapa bisa begitu? Karena di sekitar masjid Aulia ini merupakan kawasan makam Sapuro yang terkenal karena menjadi tempat peristirahatan ulama serta tokoh penting.

Dulunya bernama Galuh Rantai

Kalau aku menanyakan lokasi masjid Galuh Rantai ke orang Pekalongan, mungkin banyak yang tidak mengetahuinya. Padahal, masjid Aulia adalah nama beken yang lahir sejak tahun 80an. Aslinya ya masjid Galuh Rantai itulah namanya. Karena banyak makam ulama serta tokoh masyarakat di kawasan tersebut makanya nama masjid Aulia lebih mudah diingat.

Didirikan 1641 M

Tahun 1614 M kira-kira nenek moyangku lagi ngapain ya? Aku nggak bisa bayangin sih, kota Pekalongan kayak apa wujudnya saat masjid Aulia didirikan oleh utusan dari Demak pada masa tersebut. Konon tadinya masjid mau didirikan di Alas Roban, tapi dari hasil istikhoroh daerah Sapuro lah yang dipilih. Kelurahan Sapuro sendiri berasal dari nama pemimpin daerah tersebut yaitu raden Yosodipuro. Keberadaan prasasti di dalam masjid memantapkan betapa tuanya masjid berarsitektur Jawa ini. Tiap 100 tahun, dilakukan perbaikan tanpa mengubah secara drastis bentuk aslinya.
Masjid aulia sapuro

Alquran Raksasa

Pengunjung masjid biasanya akan terkagum-kagum melihat mushaf Al-quran yang ukurannya cukup besar di dalam masjid Aulia. Ukurannya 2×2.30 meter yang merupakan pemberian dari almarhum komisaris polisi Aswantari pada tahun 1970.

Makam Sapuro yang tak pernah sepi

Orang Pekalongan kalau mau ziarah walisongo pasti mampir dulu ke makam Sapuro. Ibaratnya sowan dulu ke orang tua sendiri sebelum silaturahmi ke orang lain. Setiap lewat kawasan makam Sapuro, pasti deh ramai apalagi kalau kamis sore dan jumat. Peziarah tidak hanya dari lokal, tapi juga nasional dan mancanegara. Tak heran jika makin kesini geliat ekonomi di sekitar kawasan makin hangat juga. Pedagang makanan, batik, hingga penginapan bertebaran disana dan siap menyambut tamu. Mengapa bisa seramai itu sih?

Makam habib ahmad sapuro pekalongan

Area Pemakaman Terbesar di Pekalongan

Dulunya makam Sapuro hanya di sekitaran belakang masjid Aulia, namun sekarang meluas hingga memenuhi beberapa pedukuhan di kelurahan Sapuro Pekalongan.

Makam Ulama

Yang menjadi daya Tarik makam sapuro adalah keberadaan makam ulama besar yaitu Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Al Athas. Beliau lahir dan menimba ilmu di Hadramaut sebelum berdakwah di Makkah dan masuk Indonesia pada 1300H. Bisa dibayangkan sekuat apa pengaruh Habib Ahmad selama hidup sehingga meski sudah meninggal di 1928 makamnya tak pernah sepi diziarahi.
Kesibukan besar kawasan makam Sapuro terjadi pada 14 syaban yaitu saat haul Habib Ahmad. Dijamin deh penginapan baik itu yang biasa hingga hotel berbintang bakal full booked.

Makam petinggi Jawa

Tak hanya kiai dan Habib, petinggi Jawa seperti bupati-bupati dari daerah luar Pekalongan juga banyak yang dimakamkan di Sapuro. Sebut saja bupati Pasuruan, bupati Pekalongan Pangeran Adipati Aryo Notodirjo, dan Bupati Ponorogo Raden Tumenggung Amongrogo yang meniggal saat Mataram menyerang Batavia.

Makam sapuro pekalongan

Lokasi Masjid Aulia Dan Makam Sapuro

Kawasan wisata religi di kota batik ini berlokasi tidak jauh dari jalur pantura lho. Gampang banget lah aksesnya mau itu jalan kaki, kendaraan pribadi seperti motor dan mobil, bahkan rombongan pakai bus pariwisata pun bisa masuk ke lokasi.
Masuk saja dari jalur pantura Pekalongan tepatnya jalan jenderal sudirman. Rambu petunjuk juga banyak kok di jalan-jalan. Jika kamu dari stasiun pekalongan, berarti kawasan sapuro di sebelah timur. Sedangkan kalau kamu dari terminal Pekalongan atau Semarang, kawasan Sapuro masih ke barat lagi.

Mencari destinasi Ramadan di kota Pekalongan tidaklah sulit. Di dekat pantura saja banyak tempat bersejarah untuk wisata religi seperti masjid dan makam aulia. Murnikan niat untuk Ibadah dan berdoa agar perjalanan wisata kita semakin berkah. Indonesia memang penuh pesona, Jateng memang gayeng, dan Pekalongan selalu dihati.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Pesona Ramadan Jawa Tengah yang diadakan Genpi Jateng.

Tulisan: Inayah | Foto: Irkham

10 Comments

  1. Wah…ternyata Pekalongan selain sebagai kota Batik juga ada wisata religi yang harus dikunjungi ya kak. Salam dari Kendal kak,jangan lupa berkunjung ke blog saya ya.

    1. Iya, yuk wisata religi ke pekalongan. Ada banyak lokasi lain juga.

  2. Hastira

    selalu suka lihat arsitektur mesjid jaman dulu kaya filsafatnya dan artinya dari bangunannya

    1. Betul, kalau ini arsitekturnya jawa. Nuansa lain bisa dilihat di masjid jami kauman atau masjid wakaf

  3. Aaahhhh, aku belum pernah ke siniii. Padahal bolak-balik Pekalongan ya hiks

    1. Next trip ya mba,,, 🙂

  4. Semacam wisata rohani jadinya ya Mbak?

    1. Rohani dan sejarah mba

  5. Aku kangen ih pengen ke Pekalongan lagi, udah lamaa banget ngga ke PKL

    1. Yuuuk mari mampir

Leave a Reply

Required fields are marked*