fenomena pawai di pekalongan
Daily life, Pekalongan, wisata Pekalongan

Fenomenal, Setiap Hari Ada Pawai Di Pekalongan

Tidak berlebihan jika aku bilang setiap hari ada pawai di Pekalongan. Orang Pekalongan menyebut pawai sebagai ‘pawe’. Setahun belakangan ini pawai sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari baik itu warga kota maupun kabupaten Pekalongan. Dulu semasa aku masih sekolah dan tergabung dalam grup marching band, pawai juga ada…tapi biasanya sih hanya di acara seremonial besar. Sekarang, mau menyaksikan pawai di Pekalongan tidak harus menunggu agustusan atau maulidan.

Musik Rampak khas Pawai di Pekalongan

Apa sih yang selalu ada saat pawai? Jawabannya pasti musik ‘koprekan’ atau musik rampak. Itu lho, musik yang berasal dari tabuhan berbagai macam benda. Bahasa kekiniannya sih, percusion performance. Kentongan, drum bekas, apa saja deh yang penting menghasilkan irama yang enak buat mengiringi sholawatan. Iya, bukan lagu dangdutan yang diiringi musik rampak dalam pawai. Umumnya sholawatan maupun lagu bernuansa religius yang terdengar.
musik-rampak-pekalongan
Soal musik rampak ini, jujur saja aku baru mengenal setelah ada fenomena pawai. Jika jaman dulu pawai akan meriah kalau ada marching band, kini berubah. Musik rampaklah yang berperan, mungkin karena ini sangat dekat dengan budaya di Pekalongan.

Grup-grup musik rampak mulai bermunculan, bahkan pernah ada kompetisinya lho. Kalau kamu penasaran, bisa cek di daftar grup musik rampak yang ditulis cinta Pekalongan.

Baca: Daftar grup musik rampak pengiring pawai

Pawai Selalu Mengular

Namanya juga pawai pasti bawa rombongan dong, kalau sendirian itu namanya ngelamun hehhe. Tidak hanya penabuh rampak saja yang ikutan pawai, biasanya ada penari juga yang mengiringi lho. Istilah penari cocok nggak ya? Jadi ada orang-orang yang berjalan sesuai irama musik dan ikut bernyanyi bersama rombongan musik rampak gitu lho. Selain penabuh rampak dan penari, rombongan pawai masih ada lagi yaitu dari pihak yang menyelenggarakan event.

Macet Imbas Pawai

Beberapa bulan belakangan, di sosial media sering banget ada yang share info kemacetan. Biasanya sih lewat grup chat yang isinya orang-orang Pekalongan.

“info, jangan lewat jalan xxx, ada pawai”

Setiap pawai biasanya diikuti hingga ratusan orang lho, jadi wajar saja jika pawai bikin macet. Bukan hanya jalanan kampung, kemacetan juga terjadi di jalan-jalan besar. Lalu lintas yang kacau memang bisa membuat siapa saja kesal hingga netizen menyebut Pekalongan darurat pawai.
macet-pawai

Kapan ada pawai?

Umumnya pawai dilaksanakan saat hari kemerdekaan agustusan atau peringatan hari besar Islam kan? di Pekalongan, pawai kapan saja digelar. Event seperti sunatan dan nikahan pun bisa ada pawainya lho. Bahkan aku pernah ikut pawai dalam rangka mengarak menara masjid sebelum dinaikkan. Selalu ada alasan untuk melaksanakan pawai di Pekalongan.

Mengenai waktu pelaksanaan, tidak harus siang atau sore hari. Pawai yang dilaksanakan pada malam hari juga banyak dan tak kalah meriahnya.

Pawai Panjang Jimat Paling Ramai

Diantara pawai-pawai yang bertebaran di seantero Pekalongan, pawai panjang jimatlah yang paling meriah dan besar. Pawai ini diadakan setahun sekali dalam rangkaian acara maulid nabi yang berpusat di kota Pekalongan. Meski namanya ‘panjang jimat’ bukan berarti ada ‘jimat’ yang diarak ya. Ini hanya sekedar nama agar mudah diingat oleh masyarakat sekaligus mendekatkan kearifan lokal.
pawai-pekalongan
Selain panjang jimat, yang ramai juga adalah pawai Pekan Btaik Nasional. Seperti namanya, di acara pawai ini memang ada arak-arakan carnaval dengan berbagai macam kostum batik.

Baca: Pawai Pekan Batik Nasional 2016 Diguyur Hujan

Pawai Menghidupkan Sebuah Kota

Tak dapat dipungkiri, keberadaan pawai membuat Pekalongan terasa lebih hidup. Warga tidak sibuk dengan urusan masing-masing, sekali waktu bisa terhibur dengan pemandangan rombongan pawai. Ya meski kemacetan adalah imbas negatif sih, tapi fenomena pawai yang hadir setiap hari di Pekalongan semakin membuktikan bahwa kota ini layak dengan predikat kota kreatif dunia.

4 Comments

  1. Seru ya kalo sering ada pawai meskipun berimbas macet. Bener katamu dek, pawai bisa menghidupkan kota. Aiih…jadi pengen ke Pekalongan lagii

    1. iya mba, acara apa saja hiburannya pawai

  2. warga pekalongan

    Saya termasuk yang kesel kalau ada pawai. Bikin macet dan jadual jadi kacau, mau ke stasiun jadi ga bisa ngejar kereta (karena kita tidak pernah tau jadual pawai kapan, jadi tidak bisa diprediksi), belum lagi macet yang panjangnya bisa sampai sekilo lebih, boros BBM, menambah polusi udara. Dan yang dipawaikan itu ga penting-penting amat, seperti acara lamaran. Well, lamaran memang penting, tapi ga perlu sampai diarak pakai pawai bikin macet jalan, pakai nyewa grup joget segala..

    1. iya, ini sisi negatif pawai di Pekalongan. harusnya emang ada perijinan ya kalau mau lewat jalan raya.

Leave a Reply

Required fields are marked*