kopi tahlil pekalongan
Daily life, Kuliner, Oleh-oleh, Pekalongan

Kopi Tahlil Kuliner Khas Pekalongan

Kopi Tahlil Kuliner Khas Pekalongan- Kepopuleran kopi saat ini sudah menandingi teh kurasa. Kopi dijadikan gaya hidup dan minuman pergaulan semua kalangan. Jika dulu aku ngopi biar bisa begadang, sekarang kapan saja aku pengen ngopi ya tinggal minum. Ada banyak sekali varian racikan minuman berbahan dasar kopi yang bisa aku pilih. Salah satu kopi racikan yang terkenal di Pekalongan adalah kopi tahlil. Namanya unik dan mudah sekali diingat bukan? Kopi ini lahir dari percampuran budaya di kota batik. Seiring perkembangan zaman, kopi tahlil sekarang bisa dijadikan oleh-oleh khas Pekalongan lho sebab sudah ada kemasan instannya.

Asal mula nama kopi tahlil

“lhoh kopi tahlil?” kata teman-teman kantor saat aku membawanya untuk diseduh bersama.

“ada nggak, kopi sholawat?” celetuk yang lain.

Bagi yang bukan orang Pekalongan, kopi tahlil masih asing di telinga.

Konon kopi tahlil lahir tahun 2002, yang pasti tahlil yang dimaksud disini ya tahlilan. Di Pekalongan, tahlilan atau pembacaan doa-doa tidak hanya dilakukan saat ada kerabat yang meninggal. Tahlilan bahkan rutin di lakukan seminggu sekali di kampung-kampung, umumnya malam jumat.

Dari kebiasaan inilah, lahir kopi yang diracik dengan berbagai rempah agar acara tahlilan menjadi semakin hangat. Awalnya hanya menjadi konsumsi pribadi, lama-lama kopi tahlil diperjualbelikan di lesesahan atau angkringan kota Pekalongan.

Perkenalanku Dengan Kopi Tahlil

Belum lama kok, aku kenalan sama kopi tahlil. Jadi waktu itu pas lagi nonton acara coffe story di kompas TV kok pas membahas kopi Pekalongan. Selama ini kopi dari Pekalongan yang ramai diperbincangkan adalah kopi Owa, ternyata ada yang lain lagi.

Baca: kopi owa, bukan dari kotoran owa lho

Di jalan Pati Unus kota Pekalonga tepatnya seberang gereja dan jembatan lodji, terdapat warung lesehan bernama ‘Usman’. Katanya sih, pak Usman yang juga jualan nasi megono ini founder kopi tahlil. Biar lebih jelas, tonton video tentang kopi tahlil ini ya.

Kopi tahlil untuk oleh-oleh

Pada suatu pagi, aku berniat ke daerah kampung arab kota Pekalongan. Tujuan utamanya adalah membeli minyak kenanga pesanan si bos. Di kampung arab ada banyak toko yang menjual oleh-oleh haji dan umroh termasuk minyak kenanga. Toko Moro Wangi yang berada di depan RS Siti Khotijah adalah salah satunya, disana bahkan ada roti maryam mentah juga lho hihiii.

Saat sedang menunggu pelayanan toko menyiapkan minyak wangi kenanga, aku melihat beberapa bungkus kopi tahlil di rak.

Lho, kopi tahlil ada yang instan sekarang, Mba…ini berapaan?

Sebungkusnya 15.000 rupiah mba

Worth it lah, 15000 dapat kopi tahlil instan 100 gram sudah dikemas cantik tinggal bawa untuk oleh-oleh. Meski instan, tennag saja…ini produksi asli Pekalongan yaitu Habib Bagir Yahya.

Komposisi Kopi Tahlil

Kalau kamu pecinta kopi banget, pasti bakal mencari-cari unsur kopi di dalam kopi tahlil. Rasa kopinya memang tidak sedominan rempah-rempahnya. Kopi tahlil terdiri drai komposisi kopi hitam, jahe, kapulaga, kayu manis, serai, cengkeh, pala.

Enaknya kopi tahlil dicampur dengan susu kental manis, jadi ngga pedes banget gitu deh. Tapi kalau yang kamu cari sensasi pedas hangatnya, seduh langsung saja original.

Kopi Tahlil Kuliner Akulturasi Arab Jawa

Kopi tahlil lahir di kota Pekalongan bagian utara, dimana banyak bermukim warga keturunan timur tengah di kampung arab. Kalian tahu kopi arab? Kurang lebih ya sama dengan kopi tahlil. Urusan olahan makanan dan minuman, Pekalongan memang banyak banget kuliner hasil akulturasi. Hal ini membuat kuliner dari Pekalongan memiliki ciri khas tersendiri sebab telah disesuaikan dengan lidah arab, jawa, dan cina.

12 Comments

  1. Aku baru nyoba bbrp kali dan belum kulino dg pedasnya hehe..

    1. dikasih susu mendingan ga pedes banget

  2. hah 15ribu? harganya masuk akal nih 😀 jadi pengen banget nyoba

    1. banyak yang jual online mba, kopi tahlil

  3. Pecinta kopi mesti nyoba ya. Sayang aku pecinta teh sejati hahaha

    1. sebenernya akupun tea lovers hihi

  4. Wah namanya kok lucu. Pinter itu bikin namanya disesuaikan sama kebiasaan bapak-bapak tahlilan biar larisss hehe. Kalau ada rasa pedes rempah gitu aku kurang cocok. Tapi kapan-kapan cobalah walau lebih suka yang tulen. Seperti owa itu penasaran.

    1. iyaah, mudah diingat dan sesuai dengan kearifan lokal. Owa juga bisa dipesan online lho

  5. Unik kopinya.
    Jadi pengen nyobain gimana rasanya.

    1. bisa pesan online

  6. Temenku suka banget kopi ini. Tak pikir kopi tahlil itu kayak kopi klotok yang dikasih arang itu. Ternyata udah jadi merek tho? Haha

    1. Ini jenis kopi, tapi sekarang dibikin merek hahaha

Leave a Reply

Required fields are marked*