Heritage, Pekalongan, Traveling, wisata Pekalongan

Nuansa Heritage Di The Sidji Pekalongan

Nuansa heritage di the sidji Pekalongan – Rasanya seperti terdampar di masanya buyutku, mungkin. Saat bangunan beton masih sangat langka di Pekalongan, pun dengan jalanan. Getaran masa lampau benar-benar terasa saat aku mengamati foto-foto di lobby hotel the sidji Pekalongan. Boutique hotel yang menyajikan nuansa heritage, rasanya baru hotel the sidji ini deh. Aku juga baru tahu keberadaan hotel ini belum lama, dan kemarin…adalah pertama kalinya menjelajah setiap sudutnya yang ternyata instagramable.

The sidji hotel pekalongan

Apa arti Sidji

Sidji adalah kosakata dalam bahasa Jawa yang artinya satu. Hotel The sidji, penggabungan bahasa Inggris dan mengangkat kearifan lokal ‘sidji’. Nomor satu sering difilosofikan sebagai keunggulan, yang pertama. Ya mungkin maksudnya memang ingin menjadi pilihan pertama saat orang memilih hotel di Pekalongan.

Rumah Kuno Keluarga Hoo

Keluarga Hoo merupakan generasi ke-4 dari peranakan Tionghoa Pekalongan. Keberadaanya sejak 1920an yang menjadi rumah tinggal masih dipertahankan hingga sekarang.

Hotel the sidji lokasinya cukup mencolok dan sangat mudah ditemui. Bagaimana tidak, bentuknya kontras banget dengan sekitar. Bangunan rumah bergaya eropa dengan jendela tinggi berwarna tosca berdiri kokoh dan indah dan siap menyambut tamu maupun sekedar memanjakan mata pengguna jalan.

Semenjak masuk ke teras the sidji, nuansa homey itu kuat banget. Kursi dan perabot khas jaman dulu pasti akan memberhentikan langkahmu. Hahaha ambillah foto sepuasnya sebab teras ini sangat fotogenic.

Ruang tamu rumah ini berisi kursi dan meja lobby. Meskipun ada benda modern seperti komputer dan pendingin ruangan, hawa vintage nya tidak luntur.

Di samping meja lobby yang dijaga resepsionis ramah, Mataku tertuju pada sebuah foto besar di ruang tengah. Foto yang tingginya kurang lebih 1,5 meter itu menampakan sosok tuan Hoo. Aduh nyebutnya apa ya, tuan..pak..kokoh..mister…ya pokoknya si pemilik rumah ini. Pakaian yang digunakan ala-ala kompeni gitu, bukan ala vampire di film Cina. Di samping foto tuang Hoo, ada rak buku yang beneran isi buku. Buku tua, ngga berani nyentuh deh takut ada alarm bunyi hehehe. Uniknya, rak buku itu desainnya ada kursi langsung di bawahnya. Bisa ditiru banget ini sih, mewah tapi minimalis.

 the sidji hotel pekalongan
lobby hotel the sidji

Dinding ruang tengah banyak dihiasi foto-foto keluarga Hoo. Oiya ada pintu ke samping juga dari ruang tengah ini. Sedikit ke belakang, kamar-kamar dengan pintu tinggi akan kita temui.

Yang aku suka dari rumah orang Tionghoa adalah adanya teras dan halaman belakang. Benar saja, selepas dari pintu nan antik, terhamparlah halaman belakang rumah keluarga hoo yang sekarang diisi kolam renang. Sisi timur adalah restoran hotel yang bernama nostalgia, sedangkan sisi utara dan barat adalah kamar tamu hotel the sidji yang menjulang hingga lima lantai.

Cafe Pontjol The Sidji

Teras belakang rumah keluarga Hoo didesain sebagai tempat duduk yang nyaman sekali. Cafe Pontjol menyajikan aneka makanan dan minuman ala cafe. Harga yang disajikan masih pakai ‘rate Pekalongan’ kok, bahkan menurutku cukup murah jika dibanding kafe-kafe kekinian yang mulai menjamur di kota Batik. Ya bagaimana tidak, nuansanya itu lho. Cocok banget kalau buat ngobrol private atau merenung *halah. Perabot antik, nuansa hangat, tenang, dan…seperti di rumah.

kafe pontjol hotel the sidji pekalongan
cafe pontjol

Seperti ruangan lain, cafe ini juga instagramable. Ada becak kuno, amben kayu, juga jendela-jendela tinggi yang siap jadi property fotomu terasa eksklusive.

Tauto Nostalgia Restaurant

Aku datang ke The Sidji hotel jelang makan siang. Pas banget untuk mencoba menu di nostalgia restaurant. Restoran ini ada indoor dan outdoor, semua sisi terang benderang dengan hawa homey. Bagian luar langsung menghadap kolam renang dan cempaka mulia ballroom.

Sesuai namanya, nostalgia restoran menyajikan nuansa tempo dulu yang tercermin dalam perabotan maupun menu. Di sisi belakang kursi yang aku tempati, ada lemari kaca dengan cangkir dan gelas jadul. Ah, ini kayak di rumahku banget…tapi ga sekuno punya nostalgia restoran.

 nostalgia restoran hotel the sidji pekalongan
nostalgia restaurant

Pasti kamu bakal merasa aneh dengan pesananku, tauto. Soto khas Pekalongan ini bertebaran di luar sana dengan harga yang jauh lebih murah. Lalu kenapa aku pesan tauto di restoran? Aku penasaran bagaiman penyajian dan rasa tauto ala hotel, hahahaa. Minumannya, es tung-tung original saja.

Kamu bisa pilih tautonya mau pakai nasi putih atau lontong. Tentu saya pilih lontonglah, biar Pekalongannya lebih terasa. Sekitar 20 menit kemudian, semua pesanan telah tersaji di mejaku. Wow, tautonya versi besar. Dagingnya banyak dan super lembut. Dengan harga 35.000 ini sih masih sangat masuk akal.

Menginap di The Sidji

Aku suka jalan-jalan dengan low budget, kalau kamu juga begitu…kurasa hotel ini cocok buatmu jika pas mampir di Pekalongan. The sidji itu bintang 4, harganya memang hampir sama dengan hotel lain di Pekalongan…tapi kamu bisa mendapat banyak kelebihan. Penikmat heritage, shaby chic, dan fotografi pasti nyaman banget ketemu the sidji hotel. Aksesnya sangat mudah sebab berada di jantung kota Pekalongan. Kamu bisa ke alun-alun hanya dengan jalan kaki.

Sayang sekali, pada kesempatan ini aku belum berkesempatan mencoba kamar the Sidji hotel yang katanya syahdu. Biar jelas, aku bagikan video room tour aku di hotel ini ya.

Contact The Sidji Hotel

Jl. Dr. Cipto No. 66, Pekalongan, Central Java, Indonesia
Connect with us:
+62 (285) 446 0077
Instagram-twitter : @thesidji

9 Comments

  1. Kesan kuno tapi aku sukkkaaa bgt.. Itu tegel cafe Pontjol-nya juga lucu deh Mba In.. Ternyata tadinya punya keluarga Tionghoa yaa.. Kalo kpn2 ke Pekalongan pingin ke sana aah.. Banyak spot foto lucu yaa *teteuupp.. 😀

    1. iya, ini tempat yang harus didatangi kalau melancong ke kota batik

  2. Cedak sekolakku iki…..

    1. wes bosen po mba ya tiap hari liwat ehehhe

  3. wah kalau ke kota Batik tempat ini bisa jadi tujuan Fav..nomor siji di rekomendasikan kan ya mbak?

    1. iya betuul…rekomen banget

  4. ulu

    Wah saya udh ngecengin hotel ini udah lama. Contoh baik melestarikan bangunan tua, walo gedung di belakangnya kayaknya ketinggian hehehehe. Udah baca juga sejarah kepemilikannya secara detail. Udah saya masukin daftar bangunan tua yg hrs saya kunjungi 😀 Pekalongan, i’m coming very real soooonnnnn! Huehehehhhe

    1. yeyyy…ditunggu yaa

  5. Aku suka motif tehel koncinya. Kesan melayunya juga dapet.

Leave a Reply

Required fields are marked*