kampung-batik-kauman
Pekalongan, Traveling, wisata Pekalongan

Kampung Wisata Batik Kauman, Yang Harus Didatangi Kalau ke Pekalongan

Aroma lilin menyeruak ke dalam hidung saat aku masuk ke pranggok batik milik “Griya Batik Mas” di kampung wisata batik Kauman Pekalongan. Pagi itu, aku sudah mabok rasanya, setelah sebelumnya sudah nongkrongin proses membatik di batik Larissa Pesindon. Hawa panas memaksa untuk tak berlama-lama di dalam pranggok dan segera. Kauman memang seterbuka ini kepada turis, layak banget disebut kampung batik.

Kauman Jantung Pekalongan

Kauman itu ibarat jantungnya kota Pekalongan. Segala macam wujud hasil peradaban di kota batik, ya ada di Kauman. Alun-alun Pekalongan, masjid Jami, perkampungan, rumah-rumah dengan desain jaman dahulu, pusat perbelanjaan, pusat keramaian, dan tentunya pusat batik.

Ratusan tahun lalu Kauman sudah ada dengan kemapanannya,  selayaknya nama “kauman” di tempat lain di Indonesia. Saat aku datang ke Kauman dalam rangka famtrip Pekan batik Nasional 2017, tempat ini sudah modern. Modern dalam artian dia mengikuti perkembangan zaman namun tanpa meninggalkan kekhasan sebagai Pekalongan.

Kawasan Ekonomi Berbasis Kerajinan

Bukan maksud mau banding-bandingin ya, tapi aku jadi tahu mengapa kampung batik Kauman jadi rangking 1 sebagai kawasan ekonomi berbasis kerajinan oleh kementrian tata ruang. Jadi, ketika aku ke kampung batik Laweyan di Solo…kondisinya beda banget. Ya, ini soal kultur juga sih mungkin. Di Laweyan itu ngga seterbuka Kauman pranggok-pranggoknya.

Showroom batik, butik batik, atau apapun namanya itu bertebaran di Kauman. Tapi yang menarik ya keberadaan para pembatik maupun pembuat canting cap di sini. Kita bisa bercakap-cakap lho secara langsung, tanpa harus melewati protokoler tertetu hahhaa.

Instalasi Pengolahan Air Limbah Batik

Tujuan utama aku ke Kauman sebenarnya bukan untuk belanja batik, aku ingin melihat bagaimana IPAL (instalasi pengolahan air limbah) bekerja menetralisir limbah batik menjadi layak mausk sungai. Soal IPAL, sedikit aku pernah belajar dan praktik di Rumah Potong Hewan. Kalau kasusnya limbah batik gimana? Ternyata prosesnya kurang lebih sama kok.

Selama ini batik memang selalu disalahkan kalau bicara soal pencemaran sungai di Pekalongan. Padahal, pencemar sungai nggak hanya dari batik lho. Industry jeans juga nggak kalah ngeri limbah pencuciannya. Kauman memelopori tindakan cinta lingkungan ini. Meskipun sungai kotor ya sumbernya nggak dari Kauman saja.

Coba ya semua sadar soal ini, bahwa kelestarian lingkungan itu bisa sejalan kok dengan kemajuan usaha dan banyaknya orderan. Mungkin sudah perlu adanya “batik labelling”, yang meliputi grade batik dan sertifikasi eco batik. Who knows kan kalau nantinya pasar internasional bakal nerapin itu seperti halnya produk lain?

Lokasi

Kampung batik Kauman mudah dijangkau dari mana-mana. Sebut saja alun-alun Pekalongan, disitulah tempatnya. Area sekitar masjid jami itu yang disebut kampung wisata batik kauman. Di gang masuk ada tulisannya kok, ngga perlu takut nyasar. Kalau kamu main ke Pekalongan, Kampung batik Kauman itu wajib buat didatengin.

9 Comments

  1. Enak bgt ya nay di Kauman ini pengunjung boleh berinteraksi langsung dgn pembatiknya. Aku gk kpikiran lhoh trg limbah batik ini yg bisa mncemari lingkungan.

    1. proses pembuatan batik ada lilin dan pewarna Mud soalnya

  2. Dulu pas ke Pekalongan blm sempat kemana2…huhuu

    ntar ah, semoga ada kesempatan ke Pekalongan lagi..pengen main ke kampung batiknya

    1. yey visit Pekalongan again

  3. Ke Kauman mah..biar udah bolak-balik ke situ ttp saja sukaaa…hehe…

    1. iya ya, berasa ada manis-manisnya hahhaa

  4. Pekalonganku pekalonganmu pekalongam kita semua

  5. waktu aku ke yogya dan lihat cap batiknya itu riwet sekali desain dan motif.. salut sama para pengrajin batik apalagi yang bikin motifnya.

  6. Yang ingin mengexplore Pekalongan bisa datengin tuh Kampung Batik Kauman, ajib Pokoknya ^^

Leave a Reply

Required fields are marked*