wisata Pekalongan

Legenda Asal Mula Curug Bajing dan Curug Gua Macan di Petungkriyono Pekalongan

Petungkriyono adalah kecamatan di kabupaten Pekalongan yang sedang ramai diperbincangkan kurang lebih sejak tiga tahun ke belakang. Bentang alam yang menarik serta banyaknya spot wisata baru membuat kecamatan yang berbatasan langsung dengan kabupaten Banjarnegara ini tak luput dari perhatian pemerintah daerah. Petungkriyono kini masuk dalam top list pengembangan pemerintah kabupaten Pekalongan. Tak hanya dari infrastruktur penunjang wisata, bahkan Petungkriyono dijadikan pusat penelitian satwa dan tumbuhan. Tempat yang sangat kaya ini menyimpan sejarah yang dalam. Cerita legenda di Petungkriyono Pekalongan banyak yang masih dipercaya. Legenda asal mula curug bajing dan curug gua macan adalah salah satunya.

Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park

Bulan Desember 2016, aku ikut dalam rombongan wisata bersama Bupati dan jajarannya ke Petungkriyono. Momen itu sekaligus launching tempat ini sebagai cultural techno forestry park. Kurang lebih sih artinya tempat untuk belajar budaya dan kehutanan. Dulu, aku mengenal Petungkriyono sebagai kecamatan yang punya hutan hujan tropis. Untuk menuju kesana, aku harus lewat jalan yang basah sebab matahari tidak bisa mencapai tanah. Pohon dengan naungan tinggi, suara tongeret, aneka burung, dan katanya sih ada macan juga. Hutan hujan tropis di pulau Jawa tak banyak lagi sekarang. Untunglah di kabupaten Pekalongan masih ada, bahkan menjadi habitat hewan langka juga yaitu owa jawa.
petungkriyono
Baca : piknik bareng Bupati Pekalongan

Legenda Asal Mula Curug Bajing

Objek wisata yang paling ramai di Petungkriyono adalah curug bajing. Lokasinya di desa tlogopakis berdekatan dengan curug muncar. Curug bajing termasuk lokasi wisata yang pertama kali dikembangkan oleh karang taruna setempat. Aku sudah tiga kali ke tempat ini sepanjang 2 tahun. Selain karena mudah dijangkau, di curug bajing juga fasilitasnya lengkap. Ada toilet, musola, warung makan, parkiran, juga kopinya yang khas itu.

Baca: warkop 1500 mdpl

Seorang guide yang menemani perjalananku di bulan Desember bercerita jika curug bajing memiliki cerita legenda asal usulnya. Apa karena ada banyak bajing, itu lho yang mirip tupai…atau memang bajing adalah tupai? Entahlah.

“kenapa dinamakan curug bajing…sebab dulu tempat ini jadi tempat andalan para bajingan untuk bersembunyi”

curug bajing
Oalah gitu tho. Ya masuk akal sih, pasti jaman dulu terutama pas masa perang…desa Tlogopakis sepi banget karena tersimpan jauh di dalam hutan lebat.

Legenda Asal Mula Curug Gua Macan

Awal tahun 2016, aku dan teman-teman SMA sengaja menyempatkan meet up di Petungkriyono. Usai ngopi di Curug bajing, kami bergerak turun menuju pulang. Eh…pas di perjalanan kok ada plang objel wisata curug gua macan. Karena penasaran, kami pun mengikuti panah penunjuk jalan. Ternyata jauh juga dan medannya menanjak terus.

Baca: ada air asin di curug gua macan

Sesampainya di desa Kayupuring, curug yang kami tuju belum nampak. Hari sudah sore, tapi tanggung juga kalau putar balik.

“bu, ini benar jalan ke curug macan?” tanya kami ke ibu penjaga warung
curug-gua-macan
“iya, itu parkirannya di samping…nanti jalan 500 meter ke bawah”

Kabut mulai turun dan kami masih menapaki jalan setapak. Lumayan pegel sih, hingga setengah jam kemudian curug macan terhampar di depan kami.

“lho namanya macan…tapi kok lebih kecil dari bajing, apa ndak kebalik?”

Ternyata, asal mula curug gua macan karena di dekat sini ada gua yang dulunya adalah sarang macan. Kami tidak masuk ke gua, ngeri lah ya. Cuma foto-foto sebentar saja lalu bergegas ke pancuran yang mengeluarkan air asin.

air-asin-petungkriyono-pekalongan1

Dari cerita yang berkembang di masyarakat setempat, pada jaman dahulu gua ini menjadi sarang macan penghuni hutan belantara seputar Gunung Rogojembangan dan enam gunung lainnya. Oleh karena itu tak seorang pun yang berani mendekat apalagi memasuki Gua Macan ini.
curug-gua-macan
Namun pada masa Perang Kemerdekaan (Agresi Militer Belanda ke-1 dan ke-2 pada tahun 1948-1949), Gua Macan ini justru digunakan sebagai salah satu tempat persembunyian para gerilyawan untuk bertahan dari sergapan musuh. Beberapa kali para pejuang selamat dari serangan mortir NICA-Belanda yang ditembakkan dari arah Perkebunan Teh Jolotigo (Doro).

 

“Mitos yang beredar di kalangan penduduk Petungkriyono adalah, bagi siapa saja yang mampu menembus sisi lain dari Gua Macan ini, akan terkabul semua keinginan ataupun cita-citanya”.

Legenda adalah karifan lokal

Curug bajing dan curug gua macan di Petungkriyono menyimpan legenda turun temurun beserta mitosnya. Percaya atau tidak dengan legenda adalah urusan lain, yang pasti itu adalah bagian dari kearifan lokal tersendiri yang patut kita jaga.

37 Comments

  1. Trims Nay..jadi lebih tahu lagi nih dg obyek2 wisata yg ada di sekitar kita.. Smoga sukses yaa..

    1. Yey,,,makasiii

  2. apa di dlm gua itu masih ada macan….
    agak2 serem jg nih

    1. semoga ngga ada ya hahaha

    2. Hahaha macan tak kasat mata

  3. Gua macane medeni koyo macan cisewu pora yo ??? Hahahaha

    1. macan ghaib lebih medeni hihihii

  4. Kebersihan di sana gimana Naya? Biasanya tiap destinasi wisata selalu ada sampah popmie hehe

    1. sejauh ini untuk dua lokais itu maish terpelihara dengan baik.

  5. apakah sudah ada orang yang berhasil menembus Gua Macan ??

    1. Kurang tau sih, mungkin jaman dulu

  6. Ngeri kenapa? Masih ada macannya, kah? Hehehe

    1. Bisa jadiiii hihi

  7. cakep curugnya, ini blog sudah TLD aja, selamat ya nay

    1. iyaa alhamdulillah

  8. wah penamaan curug bajing ini ternyata dikenal juga pada daerah lainnya, setahuku kayak pernah dengar dimana gitu hehehe

    1. iyaa..banyak curug pakai nama binatang

  9. Penasaran dengan tempat wisata iniii…moga bisa merapat kesana yaa…ini buat lomba blog legenda jateng ya Na?

    1. iyaah betul banget, yuk mampir kalongan

  10. Ika

    Halo mba, salam kenal ya… senang baca postingan mba tentang legenda ini.. menambah wawasan.. 🙂

    1. wah makasih yaa…

  11. Haiiii cantik curugnya. Jadi keinget sama air terjun Bedegung di Sumsel. Eh iya, kadang aku heran apakah air terjun dan curug itu spesifikasinya beda atau sama aja tapi beda penyebutan nama aja ya? hmmm

  12. Terakhir ke Pekalongan itu sekitar 8 tahun lalu. hiks, lama banget. mau lagi atuh lah ke Pekalongan.

  13. kenapa gak nyobain masuk ke guanya? hihihi
    siapa tahu keinginannya beneran jadi kenyataan

  14. Aku mau ke sini belum ksampaian juga, setidaknya lebih tahu sekarang.
    Semoga kesampaian lain waktu, aamiin.

    1. ayo mba blusukan ngidul

  15. Seumur umur belum pernah lihat air terjun yang tinggi . hehe harapmaklum anak pulau tidak ada air terjun yang ok

    1. Sini ke Pekalongan, banyak banget air terjun

  16. cerita dibalik curug bajingnya XD. Kirain beneran di sana banyak bajing (tupai) nya

    1. Kupikir dulu kuga gitu kak

  17. hiks…jadi kangen blusukan demi menikmati air terjun 🙁

  18. Pekalongan masih menyimpan banyak legenda dan kelestarian alam nya masih terjaga yach Nay. Nemu air terjun bagus gini seputaran kota kelahiranmu enak bangat yach.

    1. Ini di kabupaten kak masuknya

  19. may

    Kirain masih banyak bajing & macan disitu mbak

    1. akupun mnegira begitu dulunya

Leave a Reply

Required fields are marked*