Kuliner, Oleh-oleh, Pekalongan

Oleh-Oleh Khas Pekalongan Selain Batik

Oleh-Oleh Khas Pekalongan Selain Batik – Apa kamu pernah berkunjung ke Pekalongan? Bawa oleh-oleh apa saja saat pulang? Sebagian besar pelancong pasti akan menjawab bahwa batik adalah oleh-oleh khas Pekalongan. Memang benar, meski batik Pekalongan ada di seluruh Indonesia tapi akan mengesankan jika benar-benar membelinya di tempat asal. Selain batik ada lagi nggak yang khas, terutama yang bisa dimakan?


Teh Bandulan

Kalau kamu berkunjung ke kotaku ini, coba deh nikmati teh melatinya. Rasanya berbeda dengan teh di daerah lain, seperti ada bau gosong sedikit. Pekalongan dekat dengan banyak perkebunan teh lho, nggak nyangka kan? di sebelah selatan ada Perkebunan teh Jolotigo yang membentang dari kabupaten Pekalongan hingga kabupaten Batang. Di sebelah timur ada juga kebun teh Pagilaran yang sekarang sudah keren banget buat agrowisata.

Diantara merek-merek teh di Pekalongan, teh bandulan adalah yang paling hits lho. Bahkan saat lebaran tiba, teh bandulan dalam kemasan gelas hampir selalu hadir di meja-meja. Kalau mau buat oleh-oleh sih lebih praktis membawa teh bandulan bubuk. Tapi, aku pernah lho ketemu orang-orang di stasiun yang nenteng kardus isi teh bandulan gelas. Hahha berat banget padahal lah, bawa-bawa air berapa liter itu.

Menurut yang aku baca di buku ‘Pekalongan yang (tak) terlupakan’, daun teh untuk produksi teh Bandulan didapatkan dari Sukabumi lho. Kalau melatinya dari Purbalingga, masih lumayan deket lah. Teh Bandulan mulai diracik oleh Thang Tjeng Kiat bersama istrinya Kho pek Ngoo pada 1933 di sebuah gudang rumah di gang Derpowangsan Kelurahan Sugih Waras, jalan Patiunus.

Tempat beli teh bandulan

Pasar-pasar tradisional di Pekalongan atau Batang pasti menyediakan teh bandulan dalam berbagai macam kemasan. Satu kardus isi 24 gelas, harganya sekitar 24.000 rupiah saja. Kalau yang bubuk lebih murah lagi, sekitar 2.500.

Kecap dan Taucho Pulau Djawa

Nah, kalau kamu nggak mengeksplor kekayaan kuliner lebih dalam di Pekalongan mungkin bakal kelupaan deh sama kecap dan taucho cap pulau jawa. Ini merek legendaris lho dan sekarang masih dikembangkan oleh keturunan foundernya. Konon, taucho dan kecap pulau djawa punya rasa yang khas. Entah ada gurih-gurih atau bagaimana sehingga masih bisa establish hingga sekarang.
Kecap pulau jawa

Lokasi toko taucho dan kecap pulau djawa

Meski kecap pulau djawa bisa kamu dapatkan di pasar-pasar di Pekalongan, akan menjadi pengalaman seru kalau langsung ke toko dan rumah produksinya yang di jalan salak.

Limun Oriental Cap Nyonya

Beberapa waktu lalu aku berkunjung ke limun oriental cap nyonya. Sempat kepikiran sih, bagaimana caranya ya kalau mau bawa botol-botol ini ke luar kota? Ternyata, kalau kamu mau menjadikan limun yang sudah ada sejak 1920 ini sebagai buah tangan bisa banget. Tinggal minta dipacking saja agar aman dibawa naik kendaraan.
Limun oriental cap nyonya

Alamat limun oriental

Belakang museum batik, jalan Jetayu kota Pekalongan. Harga sebotol limun adalah 7000 rupiah dengan berbagai varian rasa.

Kopi Tahlil

Kalau kamu penyuka kopi, cocok banget nyobain kopi tahlil. Kopi tahlil adalah kopi khas Pekalongan yang terbuat dari campuran bubuk kopi dengan aneka rempah. Kenapa disebut kopi tahlil? Aku pernah menuliskannya di blog ini lho.
Kopi tahlil pekalongan

Beli kopi tahlil

Jika sekedar ingin mencoba, bisa ke warung-warung angkringan yang mulai buka di malam hari. Tapi, kalau mau bawa buat oleh-oleh ada juga kok kopi tahlil bubuk. Harganya 15.000 saja, aku biasa beli di kampung arab. Di dekat RS Siti Khotijah banyak tuh toko-toko yang jualan oleh-oleh haji dan umroh, nah…kopi tahlil ada disana.

Roti Purimas

Saat aku masih sekolah, kalau dapat roti purimas dari snack pengajian atau hajatan rasanya gembira banget. Jaman itu, Purimas seakan merajai seluruh pasar roti premium di Pekalongan. Beda dengan sekarang, toko roti sudah bertebaran dimana-mana. Belum lagi beraneka macam kue dan cake kekinian yang menggoda. Meksi begitu, aku tetap sering beli roti di purimas. Varian roti, cake, dan kue basahnya makin banyak lho.
Roti purimas

Purimas ada dimana?

Aku paling suka ke Purimas yang di jalan hayam wuruk karena pilihannya beragam banget, bahkan ada juga nasi bakar sego dalem isi telor asin dan sambal ijo. Kalau lagi buru-buru, cukup ke Purimas yang di jalan gajah mada dekat stasiun Pekalongan.

Goedang Kaos, Joger versi Pekalongan

Semua oleh-oleh yang aku ceritakan di atas berupa makanan dan minuman ya. Kalau mau bawa tanda mata yang bisa dipakai tapi bukan batik, goedang kaos adalah jawabannya. Kamu tahu dagadu khas Jogja atau Joger khas Bali? Nah, gambarannya seperti itu.
Kaos megono pakora
Di Goedang kaos kamu bisa mendapatkan kaos beraneka ukuran dan bentuk dengan tulisan-tulisan yang Pekalongan banget. Jokes khas kalongan, tempat bersejarah, dan masih banyak lagi.

Alamat Goedang kaos

Toko offline goedang kaos ada di Landungsari atau grogolan, kota Pekalongan. Kalau mau praktis, ada online shopnya juga di instagram. coba saja cek @goedangkaos atau @megonopakora.
Bagaimana, sudah ketemu oleh-oleh yang cocok belum? Ternyata ada banyak ya oleh-oleh khas Pekalongan selain batik . Selamat mengeksplor Pekalongan, bagikan tanda mata dari kota batik dan cerita indahmu kepada sekitar.

8 Comments

  1. Waaa aku suka banget teh bandulan.. Rasanya pas, gak terlalu manis.. Teh kemasan paling enak menurutku.. Baru ngeh ternyata dari Pekalongan ya.. 🙂 Keren ya kecap taucho sama limun itu bisa bertahan lama bgt..

    1. Iya,,,sedep ya mba

  2. Penasaran buat icip semuanya nih..

    Syukurlah masih ada produk asli pekalongan ya gak tergerus zaman.

    1. Iya, alhamdulillah yg jadul2 masih bertahan

  3. Khoirudin Usman

    Satu lagi mba, sarung palekat.

    1. Ohiya,,,bener banget

  4. Wah banyak juga ya yang khas cuma ada di Pekalongan, aku pernah tuh minum teh bandulan tapi yang bubuk belum pernah nyoba yang kemasan, kayaknya belum beredar banyak kah? aku juga penasaran sama kecap nya soalnya aku suka banget makan pake kecap.. Di surabaya juga ada loh kecap khasnya, namanya kecap cap jeruk , cap manggis, sama yang gambarnya cowok lupa namanya hehehe

    1. Iya mir teh gelas bandulan masih jarang di jakarta

Leave a Reply

Required fields are marked*