angkot pekalongan
Daily life, Pekalongan, Traveling, wisata Pekalongan

Pilihan transportasi di Pekalongan

Pernah ada yang bertanya kepadaku soal transportasi di Pekalongan. Dia adalah teman kuliah yang kebetulan ditempatkan kerja di kota batik. Sebagai kota yang berada di jalur Pantura, moda transportasi terbilang mudah. Akses keluar kota baik ke arah timur maupun ke arah Jakarta bisa dicapai setiap saat sebab bus antar kota antar propinsi lalu lalang. Stasiun kereta juga tersedia di Pekalongan, yang belum ada hanya bandara atau helipad.
Wilayah Pekalongan raya yang terdiri dari Kota Pekalongan, kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang terhubung dengan beberapa moda transportasi. Berbagai trayek angkot dan bis siap melayani hingga pelosok daerah. Berikut ini adalah pilihan alat transportasi di dalam kota Pekalongan:

Angkot

Di kota Pekalongan, angkot biasa disebut dengan minilet. Warnanya oranye seperti angkot di Semarang. Berbeda dengan Bogor yang menggunakan penanda trayek dengan angka, di kota batik penandanya adalah nama lokasi.
Kajen-Kedungwuni-Pekalongan melayani kamu yang ingin menuju wilayah kabupaten Pekalongan. rutenya cukup jauh lho, dari kota Pekalongan melewati kecamatan Kedungwuni hingga berakhir di Kajen ibukota kabupaten. Angkot ini biasa mangkal di perempatan ponolawen yaitu jalan Urip Sumoharjo.

Kalau kamu mau menuju daerah-daerah pemukiman di kota Pekalongan atau pantai, bisa memakai angkot trayek Boum-THR atau Slamaran-THR. THR itu bukan tunjangan hari raya ya, hehee ini nama tempat di Pekalongan yang dekat taman kota itu lho arah stasiun. Boum dan Slamaran adalah nama pantai di kota Pekalongan.

Untuk menjangkau wilayah kabupaten Pekalongan yang berbatasan dengan Pemalang, kamu bisa naik trayek angkot Pekalongan-wiradesa-kajen. Jadi, sama-sama tujuan akhirnya Kajen tapi lewatnya wiradesa. Jika dari kota Pekalongan mau menuju stasiun, aku biasa pakai angkot ini.

Kalau mau ke Batang juga ada angkotnya, lewat terminal sih nanti ujungnya di kota Batang. Ada juga angkot warna hijau, yang ini trayeknya ke selatan sampai kecamatan Bandar kabupaten Batang.

Bagiku yang orang asli Pekalongan saja agak ribet kok pakai angkot ini. soalnya harus baca dengan teliti trayeknya, salah-salah kebawa nyasar hehhe. Warnanya sama dan kadang lewat jalan yang sama pula tapi tujuan akhir berbeda.
Kondisi angkot di Pekalongan menurutku masih lebih baik dibanding kota lain. Belum pernah ketemu supir angkot anak ABG kebut-kebutan seperti di Bogor.

Bus Kecil

Kalau mau naik angkutan yang ngga banyak ngetem, bisa pakai bus kecil yang lewatnya jalan-jalan besar saja. orang Pekalongan menyebut bus ¾ ini sebagai bis tuyul hehhe. Trayeknya dari terminal sampai pemalang, terminal sampai Bandar, dan terminal sampai kajen. Kalau dari kajen bahkan ada bis tuyul yang sampai ke kalibening Banjarnegara lho.
Bis tuyul pekalongan

Bus besar

Jangan ditanya kalau bus besar, terminal Pekalongan maupun jalur panturanya selalu ramai oleh berbagai trayek bus hingga luar pulau.

Kereta Api

Kalau mau cepat dan ati macet, bisa pakai moda kereta api. Rute pendek seperti Tegal atau Semarang ngga kalah ramai lho penumpangnya dengan kereta jarak jauh. Beberapa kali aku ke Tegal dan Semarang pakai moda ini.

Becak

Becak masih eksis lho di Pekalongan, khususnya di kalangan ibu-ibu ya. Aku biasa mbecak dari stasiun ke ponolawen dengan tarif 20.000 rupiah. Mbecak di pagi buta masih termasuk nyaman, kalau sudah siang panasnya ngga ketulungan. Tapi menurutku becak ini cocok buat kamu yang pengen mengeksplor lebih dalam kota batik.

Pasar banjarsari Pekalongan
Selain pilihan alat transportasi di atas, sepeda dan dokar juga masih menjadi andalan. Dokar atau di Pekalongan disebut dengan ‘glinding’ bisa kamu temui di pasar Kedungwuni. Anak-anak sekolah masih sangat wajar menggunakan sepeda jepang di kota batik. Sepeda yang ada keranjang di bagian depannya itu lho.
Rutan lodji pekalongan
Dari semua pilihan alat transportasi yang ada di kota Pekalongan, aku paling menyarankan sih pakai motor hehhe. Ini pilihan paling fleksibel dan pasti, lagipula Pekalongan saat ini masih cukup nyaman untuk dilewati motor.

Leave a Reply

Required fields are marked*