Daily life, Pekalongan

Tempat Membayar Pajak di Pekalongan

Pagi ini grup whatsap komunitas Pekalongan ramai membahas omzet sebuah warung makan. Konon, 9 juta rupiah bisa dikantongi setiap harinya. Entah ini penghasilan bersih atau kotor, tapi nilai demikian sungguh wow untuk Pekalongan yang bukan kota besar. Aku melontarkan pertanyaan, “berapa ya pajaknya?” ternyata nggak semua warung dikenai pajak, meski omzetnya gede. Sesederhana apapun bentuknya, jika omzet telah mencapai standar maka warung tersebut harusnya kena pajak daerah. Lalu si pemilik, kena juga pajak penghasilan. Dimana bayarnya? Beda lokasi dan beda pemungut.

Garis besarnya, pajak di Negara kita itu ada dua yakni pajak pusat dan daerah. Kalau pajak pusat yang mengelola Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan. Sedangkan pajak daerah, yang mengelola pemerintah daerah baik tingkat propinsi atau kabupaten/kota.

Tempat Membayar Pajak penghasilan

Pajak penghasilan itu ditariknya berdasarkan jumlah penghasilan dari gaji, hadiah, dan sejenisnya. Jika kamu sudah punya NPWP (nomor pokok wajib pajak) maka wajib bayar pajak. Kalau kamu karyawan, yang memotong pajak biasanya langsung dari perusahaan. Tapi, setahun sekali kamu wajib lapor pajak. Sebenarnya, NPWP itu wajib dipunyai oleh orang yang punya penghasilan tetap. Untuk ssat ini, nilai PTKP (penghasilan tidak kena pajak) adalah 4.500.000 rupiah.

Lalu dimana saya bayar pajak penghasilan? Bayar pajak penghasilan BUKAN DI KANTOR PAJAK. Ya, KPP Pratama Pekalongan itu buat ngurus administrasi perpajakan saja. Misalnya membuat NPWP, melaporkan pajak, membuat efin, dan kawan-kawannya. Lapor pajak beda lho ya dengan bayar pajak.

Meski di KPP Pratama Pekalongan terdapat loket-loket layaknya di teller bank, bayar pajak bukan di sini ya. Pajak penghasilan dibayarkan lewat bank persepsi (bank yang ditunjuk pemerintah menerima setoran pajak) dan kantor pos. ya, kantor pos sodara-sodara…nggak nyangka kan? Dan mulai 2016 pembayaran pajak sudah dipermudah dengan adanya fasilitas e-billing. Intinya pembayaran secara online yang mengintegrasikan bank kita dan akun pajak.

Di vlog singkat di bawah ini, aku mencoba lihatin manfaat dari pajak yang kita keluarkan. Membayar pajak bukan hanya sekedar omong kosong.

Tempat membayar Pajak daerah

Pajak daerah yang umum dibayar oleh seseorang adalah Pajak Bumi dan Bangunan serta pajak Kendaraan. PBB sendiri biasanya sudah ada petugas dari daerah yang  memungut secara jemput bola. Kalau pajak kendaraan, kita sendiri yang proaktif. Aku pernah menuliskan soal tempat pembayaran pajak kendaraan di Pekalongan.

Baca: membayar pajak kendaraan di Samsat drive thru Pekalongan

Adalagi jenis pajak daerah lain seperti pajak reklame, pajak hiburan, pajak restoran, pajak parkir, juga pajak penerangan jalan. Ini urusannya dengan pemda setempat.

Jangan sampai dicampur adukan ya antara satu jenis pajak dengan lainnya. Mungkin kita sudah bayar pajak kendaraan, tapi penghasilan kita juga perlu dipajaki. Manfaat pajak bukan untuk membayari pegawai pajak, tapi untuk menjalankan Negara ini. Darimana tentara membeli senjata? Dari mana biaya perbaikan jalan? Dari mana dana kesehatan dan pendidikan?

Jadi sekarang sudah tahu dimana tempat membayar pajak di Pekalongan. Siapa tahu yang belum tergerak hatinya bisa mulai sadar untuk membayar pajak. Mungkin pajak kita tak seberapa dibanding para pengusaha besar atau bahkan pengusaha Indonesia yang di luar negeri. Ya, receh banget lah. Tapi, tentunya kita perlu berkontribusi buat Negara kan?

Leave a Reply

Required fields are marked*