Heritage, Pekalongan, Traveling, wisata Pekalongan

Masjid Wakaf Kampung Arab Pekalongan

Dari menara masjid wakaf, aku bisa melihat pemandangan yang tak biasa. Kampung arab Pekalongan nampak sangat berbeda jika dilihat dari sudut pandang atas. Siapa sangka bahwa beberapa puluh tahun lalu tempat ini adalah pusat perdagangan paling ramai di Pekalongan. Banyak yang bercerita tentang masjid wakaf yang terletak di jalan Surabaya kota Pekalongan ini. semuanya seragam menyebut bahwa masjid didirikan oleh seorang saudagar Arab yang membuka jalur perdagangan di tahun 1800an.

Tempo dulu adalah hutan

Itulah yang saya tahu dari berbagai penuturan bahwa wilayah yang sekarang didirikan masjid ini adalah hutan rimba. Make sense dong ya, tahun 1800an ketika jaman kolonial pasti belum ada apa-apa di Pantura. Adalah Habib Husein Bin Salim Alatas yang mendirikan masjid wakaf di hutan rimba tersebut yang sekarang menjadi kampung arab Pekalongan.

Pendekatan simpatik

Kampung arab pekalongan
View Kampung Arab

Sudah kebiasaan para ulama zaman dahulu seperti yang sering kita baca di kisah wali dan auliya bahwa ketika sampai pada suatu wilayah yang dilakukan adalah membuat tempat ibadah. Selain menarik kedatangan pedagang Arab lainnya, ternyata keberadaan masjid di kampung arab ini juga membuat warga lokal tidak risih untuk memasukinya. Pendekatan lewat pengajian yang penuh toleransi dan kearifan saya rasa adalah kuncinya.

Pusat Perdagangan

Kota Pekalongan saat ini saya kenal sebagai kota perdagangan. Sebagian besar masyarakatnya berdagang atau bekerja pada sektor publik. Tak heran, sebab pada tahun 1950an jalan Surabaya yang berada di kota Pekalongan ini adalah pusat perdagangan kain Indonesia yang tersohor.

Bagaimana dengan saat ini? meski tidak seramai dulu, daerah sekitaran masjid wakaf di kampung arab Pekalongan  bukan menjadi wilayah mati. Denyut perdagangan itu masih ada, terutama dikelola oleh warga kampung arab. Seperti halnya kampung Arab di Bogor yang saya kenal, warga kampung arab Pekalongan rata-rata berdagang parfum dan alat sholat.

Jamaah wanita dimana?

Saat tiba jam sholat dzuhur, ternyata ada yang berbeda dari masjid wakaf kampung arab Pekalongan. Kemana jamaah wanitanya? Hanya beberapa saja nampak jamaah bermukena, itupun sepertinya bukan warga lokal. Tenang saja, masjid ini bukan khusus laki-laki kok.

Menara sebagai landmark

Selain masjid jami Kauman yang terletak di Alun-alun kota Pekalongan, masjid wakaf kampung arab Pekalongan adalah pemilik menara indah. Menara masjid wakaf ini indah karena bentuknya yang masih otentik sejak zaman dulu. Berwarna putih berbentuk tabung dengan tempat muazin di puncaknya.

Menara masjid wakaf kampung arab pekalongan
Menara masjid wakaf

Dulu, muazin memang mengumandangkan adzan dari tempat itu. Saat ini karena sudah ada speaker, biarlah speakernya saja yang diletakan di atas menara. Kalau kamu tertarik naik ke menaranya, bisa hubungi pak Marbot masjid wakaf kampung arab Pekalongan ya. Ada dana amal jariyah (tiket) untuk melihat view dari atas menara.

Menara masjid wakaf kampung arab pekalongan
Sudah izin lho…

Arsitektur

Masjid wakaf berarsitektur Arab dengan sedikit sentuhan Jawa. Entah yang saya lihat ini masih otentik atau sudah dimodernisasi. Kesan jadul itu masih sangat terasa, jangan khawatir.

Masjid wakaf kampung arab pekalongan
Area dalam masjid

Tempat wudhu kolam

Di sebagian besar masjid, tempat wudhu umumnya memakai keran. Kalau kamu ingin merasakan wudhu di tempat berbentuk kolam memanjang, coba deh ke masjid wakaf kampung arab pekalongan ini. Selain ada pancuran biasa, kolam memanjang khas masjid zaman dulu masih terpelihara.

Parkiran

Salah satu hal yang menjadi faktor kenyamanan sebuah tempat ibadah adalah area parkir. Untuk motor dan sepeda bisa parkir dengan leluasa di area masjid. Untuk mobil, mohon maaf sebab harus parkir di luar.

Masjid wakaf, pekalongan
Parkiran masjid

Alamat

Saya sering melewati masjid wakaf kampung arab pekalongan ini, tapi sama sekali tidak mengetahui sejarah dibaliknya. Bagaimana masjid ini tersohor jauh sebelum kakek saya dilahirkan? Saksi perkembangan Pekalongan yang harus kita jaga.

Baca Juga: Masjid-masjid di Pantura Pekalongan

Tulisan: Inayah | Foto: Irkham Nz

Tags:

8 Comments

  1. Pekalongan Sketchers

    Pekalongan memang awesome 🙂

  2. Bangunannya khas banget yak.

    1. Khas arab banget…masih dijaga

  3. Bicara tentang masjid memang selalu menarik. Makanya bapakku hobi berkelana dari satu masjid ke masjid lain.

    1. Oiya kah mba? Coba kapan kapan bisa mampir ke masjid wakaf ya mba…

  4. salut, dua blognya sama2 hidup, ini lebih khususon ya, bangunan terlihat lama namun tetap kokoh

    1. Iya mba bentukanya dipertahankan seperti aslinya

Leave a Reply

Required fields are marked*