Heritage, Pekalongan, wisata Pekalongan

Branding Baru Negeri Atas Awan, Petungkriyono National Nature Heritage

Petungkriyono national nature heritage – Sebenarnya aku adalah warga desa yang tinggal tak jauh dari Petungkriyono. Tapi kok baru mengenal Petung kemarin-kemarin saja rasanya. Cerita tentang Petungkriyono di masa lalu dari seorang aktivis lingkungan yang tak sengaja aku temui di Bandara Juanda Surabaya membuat betah menunggu delay pesawat Garuda yang menuju Jakarta. Sekarang Petungkriyono punya branding baru, yaitu National Nature Heritage. Wow, apik yo…pakek basa Inggres gitu. Sebenarnya, apa sih? Bukankah pak Bupati Asip Kholbihi sudah menggaungkan Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park?

Petungkriyono Dulu

Katanya sih tidak ada sebuah kebetulan ya. Entah rencana apa yang dipersiapkan Tuhan sehingga aku bisa sepesawat pulang pergi dan banyak ngobrol dengan pak Bujo. Jaman aku masih SMP yang lokasinya di jalan menuju Petungkriyono itu, pak Bujo mengabdikan dirinya disana. Bersama pemuda petungkriyono, mahasiswa dan dosen UGM…mereka mendatangkan ‘bule’ pertama kali. Upaya pengembangan Petungkriyono ternyata telah lama dimulai.

Foto-foto semasa pak Bujo berada di Petung, aku battle dengan foto Petung masa kini. Kebetulan Desember 2016 aku ikut mass tourism yang digagas bupati Asip Kholbihi sekaligus launching Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park. Sungguh berbeda memang, tapi dalam arti positif. Apalagi sata aku menunjukan aktivitas dari social media “swaraowa” yang gencar banget campaign soal lingkungan di sana.

Tentang National Nature Heritage

Di minggu yang cerah, bupati Asip Kholbihi berapi-api menyambut segenap jajaran SKPD di shelter Pasar Doro sebelum mengikuti piknik bersama ke Petungkriyono. Shelter yang konon akan dijadikan semacam tourism center-nya Petung itu adalah bekas terminal pasar Doro. Bukan bekas juga ding ya, malah belum terpakai secara maksimal dari awal dibuat. Puluhan mobil bak terbuka yang telah dimodifikasi menjadi Anggun Paris (Angkutan Gunung Pariwisata) siap berjajar di depan terminal.

Intinya sih, kata pak Bup Petung itu mau dijadikan ‘cultural techno forestry park’. Kalau Bahasa lokalnya kurang lebih sebagai tempat piknik sekaligus penelitian lah begitu. Kekayaan flora dan fauna di petung memang menarik untuk dibedah secara keilmuan.

Baca yuk: piknik bareng Bupati Ke Petungkriyono

Ketika libur lebaran kemarin, banyak teman-teman di Pekalongan yang piknikan atau Bahasa kerennya ngetrip ke negeri atas awan Petungkriyono. Eh kok ada gapura baru ya, atau semacam monument selamat datang begitu. Tulisannya besar dan dipahat di semen, bukan sekadar baliho atau plang kayu.

petungkriyono national nature heritage
source: wartadesa.net

Petungkriyono National Nature Heritage, opo maneh iki?

Natural heritage menurut Wikipedia begini artinya, “the sum total of the elements of biodiversity, including flora and fauna, and ecosystem types,together with associatedgeological structures and formations (geodiversity)”.

Aku nggak begitu paham apakah penggantian branding ini berdasarkan pendapat seseorang saja, konsultan ekowisata, atau memang hasil rembugan musyawarah mufakat. Yang pasti sih, slogan baru yang ada di monumen itu lebih pendek dan mudah dimengerti. National Natural Heritage itu Bahasa Pekalongannya adalah warisan alam nasional. Simple kan? Langsung kebayang deh Petungkriyono itu kayak apa.

Bisa ngapain saja di Petungkriyono?

Kalau kamu wisatawan mainstream kayak aku, di Petungkrioyono bisa kulakan oksigen hahha. Belanja oksigen sebanyak-banyaknya deh, kalau perlu dibungkus pakai kresek. Meski wisata curug bajing, curug muncar, curug lawe, curug sibedug, curug macan, sudah kondang kemana-mana…bagiku yang berkesan itu ya suasana alamnya. Petung itu di pegunungan, jadi kalau sudah siang ke sore gitu banyak kabut. Uhh syahdu banget.

Baca: legenda asal mula nama curug bajing

Meski di pegunungan, masa ya aku pernah ketemu mata air asin di sana. Ngga percaya?

Baca: mata air asin di Petungkriyono

Atau kalau mau piknik santai, bisa lah ngopi-ngopi ganteng dengan suasana yang berbeda jauh dari coffeshop.

Baca ini: Warkop mewah di 1500 mdpl

Aku ingin Petung tetap lestari sesuai branding national nature heritage. Nggak perlu ada mall, minimarket 24 jam, hotel berbintang, uumm tapi aku pengen jalanan ke sana nggak gelap lagi kalau malam. Dengarkanlah sepi. Sunyi itu penting sebab selama ini sering kau tinggalkan. Kata Caknun begitu, jadi…kapan kamu mau ke Petungkriyono?

22 Comments

  1. Kapan ke Petung lagi? Hm..pengennya sih awal agustus besok.. Tapiii….

    1. Ikut doong biar seru

  2. Rebranding nama bisa membawa banyak perubahan ya…
    Belum pernah kesana tapi kalau mampir pasti masuk list. Makasih infonya mba…

    1. iya, dibenahi dari infrastruktur maupun konten di dalamnya

  3. Memang sumber daya daerah harus di rebranding lagi disesuaikan dengan gaya hidup alias traveling masa kini biar menarik pengunjung terus.. wah pekalongan makin bebenah nih

    1. iya Mir, pariwisata lagi gencar banget

  4. wih, ada destinasi wisata baru nih. Dari hawa-hawanya kayaknya tempat nih sejuk juga buat liburan sekalian refreshing pikiran.

    1. sejuk bangett lho

  5. adit

    Hai,kapan jd mau review pasar kedungwuni dik?
    Dah ku tunggu lho,
    Anggap saja ini awal perkenalan kita d dunia nyata,

    1. hahah belum sempat blusukan ke dalam pasar

  6. Hmm… dah gak sabar nunggu exploring Petungkriyono tanggal 4-6 agustus ^^, tapi was-was jika jalannya masih amburadul T_T

  7. Petungkriyono tadi sepintas aku bacanya Pungky Prayitno *panggil mbak Pungky hahaha.

    Oke sip, kalau ke sana, bisa kuras paru-paru ya, ganti dengan oksigen bersih hehe

    1. hahha branding pungky lebih kuat ternyata

  8. Wah kawasannya seru banget nieh, cocok buat bawa jalan santai keluarga

  9. Sepertinya tempatnya seru dan menantang yaa, sayang aku kemaren batal daftar di acara yang ke Petungkriyono itu, hiks.

  10. Pekalongan ternyata kaya wisata. Belum puas ekplorasi Petung.

  11. Deket tapi jauh.. Tempat sejuk kayaknya, cocok buat wisata keluarga. Hawanya sih dingin-dingin gimana gitu..

  12. Aku pengen banget nih ke Petungkriyono. Pertanyaannya adalah, kalau aku ke Pekalongan naik kereta, untuk ke Petungkriyono nya ada angkot atau harus sewa kendaraan supaya gampang. Boleh dong infonya Na 🙂

    1. Dari stasiun ada sampai doro, angkutan. Nah dari doro, harus ikut angkutan sayur warga petungkriyono. Gda angkutan umum reguler. Jadi numpang dari pasar doro

Leave a Reply

Required fields are marked*