apartemen meikarta
Daily life, Pekalongan

Pindah Ke Meikarta Atau Menetap di Pekalongan Saja?

Meskipun masih lajang dan perempuan, bagiku urusan tempat tinggal itu penting. Sejak dua tahun lalu aku sudah memasukkan target soal kepemilikan rumah dalam list tahunan. Survey perumahan dan tanah kavling di Pekalongan juga sudah kulakukan sebelum proyek tol dibangun. Yang terbaru, aku tergoda untuk pindah ke Meikarta bahkan sudah ikut antre berjam-jam demi mendapatkan unit apartemen idaman. Lantas, pindah ke Meikarta atau menetap di Pekalongan saja?

Survey rumah di Pekalongan

Perumahan di Pekalongan baik kota maupun kabupaten lagi berkembang pesat banget. Alasannya adalah karena adanya tol transjawa. Bahkan tahun lalu saja di daerah Kedungwuni ada yang nawari aku perumahan cluster. Memang bangunannya belum ada sih, tapi kalau lihat planningnya ya masuk akal karena dekat banget dengan kota dan akses tol.

Rumah subsidi juga ada kok, siap huni pula. Coba deh ke arah Kajen lewat Wonopringgo, ada banyak perumahan baru dengan cicilan terjangkau. Karanganyar dan Kajen dengan daya Tarik dekat berbagai fasilitas Pemda juga nggak mau ketinggalan.

Tinggal di Pekalongan, sebagai kampung halaman sendiri menjadi impian tentunya. Tapi, kalau kondisinya masih kerja di luar kota ya pinginnya sih nyari hunian dekat kantor.

Aku Ingin Pindah Ke Meikarta

“bawa aku pergi dari sini”….”aku ingin pindah ke Meikarta” kalimat itu sudah sampai terbawa ke alam bawah sadar. Iklan apartemen di Cibatu, kabupaten Bekasi yang setiap saat membanjiri smeua stasiun tv hahaha.

For your information, Meikarta itu dekat banget dengan tempat tinggalku sekarang. So, artinya itu dekat dengan kantorku juga. Aku mengenal daerah ini sudah 5 tahun, sejak masih semak belukar tempat ngangon sapi. Tiap mau main ke mall atau ke tempat les Bahasa Inggris, musti lewatin semak-semak itu yang begal-able meskipun siang hari.
Pembelian apartemen meikarta
Tapi, semua berubah jadi gegap gempita beberapa bulan ini. Balon-balon besar aneka warna menghiasi langit semak-semak yang kini kita kenal dengan nama Meikarta itu. Mall orange county juga disulap jadi marketing gallery.

Sebagai pendamba kehidupan yang praktis, aku tergoda dong buat ikutan jadi warga Meikarta. Apalagi, harga yang ditawarkan termasuk masih dalam jangkauanku (pakai kredit maksudnya). Aku beli buat niatan ditinggali, bukan investasi.

Informasi dari sales aku, launching dan pemilihan unit akan dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2017. Sebelumnya aku sudah melakukan booking dengan membayar Rp. 2000.000 yang ditransfer ke bank Nobu.
Pembelian apartemen meikarta
Rupanya, seminggu sebelum launching itu aku mendapat kabar dadakan dari sales. Minggu sore, 13 Agustus aku meluncur ke mall orange county untuk pemilihan unit. Aku belum pernah merasakan sih beli apartemen itu kayak apa, ternyata mirip pasar tiban.

Beli Apartemen Kayak Beli Gorengan

Dari parkiran saja sudah hiruk pikuk, masuk ke hall orange county semakin tak terbendung keramaiannya. Kursi sofa yang memenuhi bekas area hypermart saja nggak muat nampung pengunjung. Tak menunggu lama, aku dan si sales menuju komputer pemilihan unit.

Unit impianku adalah tipe studio dengan luas 27 meter persegi. Pokoknya ambil yang semurah mungkin biar cicilannya seringan mungkin gitu aja prinsipku. Nggak perlu lah yang dekat central park atau mall dan sekolah.

Ternyata sudah tidak ada yang tersisa, unit apartemen studio termurah tinggal yang 36 meter persegi dengan 2 kamar di lantai 53. Oke deh, deal, ambil, kunci. Lumayanlah, DP nya bisa diangsur hingga 5x pikirku.
Apartemen meikarta studio
Malam harinya aku segera melengkapi persyaratan sebelum serah terima bookingan secara resmi. Akhirnya ngerasain uyel-uyelan beli apartemen, mencicipi lagi ngeprint di warnet buat bikin surat kuasa, hahaha puas.

Harusnya akhir bulan agustus kemarin aku bayar cicilan DP untuk pertama kalinya. Tapi karena belum dapat bank yang mau membayar KPA, aku belum lakuin. Sambil nunggu dihubungi pihak bank, aku banyak mikir baik buruknya membeli apartemen.

Hidup di apartemen bukan hanya soal prestise dan praktis. Nantinya perlu biaya pemeliharaan, juga kamu harus tahu bahwa apartemen itu kepemilikannya hanya hak pakai. Soal printilan lift mati, listrik mati, tempat jemur, juga perlu dipertimbangkan kalau apartemen itu bakal ditinggali sendiri.

Keputusan

Aku sudah punya keputusan soal ini. Apakah itu? Ada deh…Semoga nggak menyesal di kemudian hari, bismillah.

4 Comments

    1. hehhe semoga Allah ridho

  1. Saya lebih suka punya rumah sendiri, hidup di apartement g seru, apalagi kalau dapat yang posisi di lantai banyak, musti naik turun tangga/ lift.

  2. Ah aku jadi inget kejadian tadi siang dan beberapa hal yang gak sesuai dengan hati nurani kalau menyangkut tentang ini… aku diskusi sama suami dan kami memiliki pendapat yang sama.. semoga Allah memudahkan keinginanmu untuk memiliki tempat tinggal ya nay.. dimana pun itu… aku pun juga masih berusaha hehehe…

Leave a Reply

Required fields are marked*